Perkembangan Ansuransi Indonesia 2017

Loker Asuransi - Pemahaman masyarakat yang semakin baik mengenai pentingnya perlindungan sebuah asuransi juga menjadi sebuah hal yang mempengaruhi kemajuan di dalam bisnis asuransi itu sendiri. Ketika kepercayaan masyarakat terhadap sebuah produk telah tercipta, maka akan semakin mudah untuk mengembangkan dan melakukan penjualan produk tersebut. Perkembangan Industri Perasuransian bisa dilihat selama empat tahun belakangan ini, tepatnya tahun 2011 hingga 2014, di mana aset industri asuransi konvensional mengalami pertumbuhan rata-rata yang mencapai lebih dari 16%. Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan rata-rata yang terjadi di dalam nilai investasi dan premi yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 14,4% dan juga 21,0%.

Data tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan positif yang terjadi di dalam bisnis asuransi. Sedangkan pada tahun 2015, aset dan investasi industri asuransi konvensional hingga akhir September menunjukkan angka hingga mencapai Rp765,6 triliun dan Rp608,6 triliun. Jika kita membandingkannya dengan posisi yang terjadi hingga akhir tahun 2014, maka aset industri asuransi memiliki pertumbuhan sebesar 1,36%, sedangkan investasi mengalami penurunan sebesar 0,24%, hal ini disebabkan adanya gejolak yang terjadi pada beberapa instrumen investasi pada beberapa waktu yang lalu.

Asuransi - Perkembangan Ansuransi Indonesia 2017

Bulan September 2015 juga mengalami peningkatan yang cukup memuaskan, yakni sebesar 17,1%. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan Agustus 2015, maka jumlah ini meningkat sebesar 11,9% dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah premi ini disumbangkan paling tinggi oleh perusahaan asuransi jiwa, diikuti dengan premi asuransi sosial dan juga premi asuransi umum.



Perkembangan Asuransi, baik dari sektor asuransi jiwa, umum, maupun syariah, diprediksi terus tumbuh pada 2017 mendatang.


Kinerja Asuransi Jiwa, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terus meningkat. Hingga kuartal ketiga 2016, tercatat pendapatan asuransi jiwa mencapai Rp158,65 triliun. Dari sisi investasi, pada kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp368,18 triliun. Hingga akhir tahun, diprediksi akan menyentuh Rp404 triliun.


Adapun jumlah premi baru dan premi lanjutan pada kuartal ketiga 2016 masing-masing sebesar Rp69,42 triliun dan Rp46,64 triliun. Prediksi pada tahun depan Bisnis Asuransi Properti yang menjadi andalan dapat tumbuh di atas rata-rata keseluruhan bisnis atau di atas 15%.

Asuransi kendaraan bermotor yang tahun ini merosot, juga diharapkan dapat kembali meningkat seiring dengan perkiraan penjualan kendaraan bermotor yang mulai kembali tumbuh di tahun depan.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter